Apa itu Algoritma?
Algoritma adalah sekumpulan langkah-langkah instruksi yang terdefinisi dengan jelas, logis, dan terbatas untuk menyelesaikan suatu permasalahan tertentu. Dalam dunia pemrograman, algoritma menjadi “cetak biru” sebelum kode ditulis.Ciri-Ciri Algoritma yang Baik
Finiteness (Terbatas)
Algoritma harus berhenti setelah sejumlah langkah yang terbatas. Tidak boleh berjalan selamanya tanpa akhir.
Definiteness (Jelas)
Setiap langkah harus dirumuskan secara tepat dan tidak ambigu sehingga tidak menimbulkan penafsiran ganda.
Input & Output
Algoritma menerima nol atau lebih input dan menghasilkan setidaknya satu output yang bermakna.
Effectiveness (Efektif)
Setiap langkah harus cukup sederhana sehingga dapat dilaksanakan dalam waktu terbatas dengan sumber daya yang wajar.
Pseudocode dan Flowchart
Sebelum menulis program sungguhan, programmer biasanya merancang solusi menggunakan pseudocode atau flowchart untuk memperjelas alur logika.Pseudocode
Pseudocode adalah representasi informal dari algoritma menggunakan bahasa sehari-hari yang menyerupai kode program. Tidak terikat pada sintaks bahasa tertentu, sehingga mudah dibaca oleh siapa pun.Contoh pseudocode mencari nilai maksimum:
Flowchart
Flowchart adalah diagram alir yang merepresentasikan algoritma secara visual menggunakan simbol-simbol standar.Simbol umum flowchart:
- Oval → Mulai / Selesai
- Persegi panjang → Proses / Instruksi
- Jajar genjang → Input / Output
- Belah ketupat → Keputusan (kondisi)
- Panah → Arah aliran
Tipe Data Dasar
Tipe data menentukan jenis nilai yang dapat disimpan dalam sebuah variabel. Python memiliki beberapa tipe data dasar yang wajib dipahami.Python adalah bahasa yang dinamis — Anda tidak perlu mendeklarasikan tipe data secara eksplisit. Python akan menentukannya secara otomatis berdasarkan nilai yang diberikan.
Percabangan
Percabangan memungkinkan program mengambil keputusan dan menjalankan blok kode yang berbeda berdasarkan kondisi tertentu. Python menggunakan kata kunciif, elif, dan else.
Bagaimana cara kerja elif?
Bagaimana cara kerja elif?
elif (singkatan dari else if) memungkinkan pengecekan kondisi tambahan jika kondisi sebelumnya bernilai False. Python akan memeriksa kondisi secara berurutan dari atas ke bawah, dan hanya menjalankan blok pertama yang kondisinya True. Setelah satu blok dieksekusi, blok elif dan else berikutnya akan dilewati.Perulangan
Perulangan (loop) digunakan untuk mengeksekusi blok kode secara berulang. Python menyediakan dua jenis perulangan utama:for dan while.
Perulangan for
Digunakan ketika jumlah iterasi sudah diketahui atau kita ingin mengiterasi elemen dalam suatu koleksi.
Perulangan while
Digunakan ketika perulangan harus terus berjalan selama suatu kondisi terpenuhi, dan jumlah iterasi belum tentu diketahui.
Fungsi
Fungsi adalah blok kode yang dapat digunakan kembali (reusable) untuk menjalankan tugas tertentu. Penggunaan fungsi membuat kode lebih terorganisir, mudah dibaca, dan menghindari pengulangan kode yang tidak perlu (DRY — Don’t Repeat Yourself).1
Definisikan Fungsi
Gunakan kata kunci
def diikuti nama fungsi dan parameter di dalam kurung. Nama fungsi sebaiknya mencerminkan tugasnya (gunakan kata kerja).2
Tulis Docstring
Tambahkan docstring (komentar dalam tanda
""") di baris pertama fungsi untuk menjelaskan apa yang dilakukan fungsi tersebut, parameter yang diterima, dan nilai yang dikembalikan.3
Isi Badan Fungsi
Tulis logika program di dalam fungsi. Gunakan indentasi konsisten (4 spasi) untuk menandai blok kode milik fungsi tersebut.
4
Kembalikan Nilai
Gunakan
return untuk mengembalikan hasil komputasi. Fungsi tanpa return akan mengembalikan None secara implisit.5
Panggil Fungsi
Panggil fungsi dengan menyebutkan namanya beserta argumen yang diperlukan. Hasil kembalian dapat disimpan ke variabel untuk digunakan kemudian.